Tulisan yang dikaitkan 'Tips dan Triks'

Cara Irit Naik Motor

HAMPIR sebulan harga bahan bakar minyak naik. Tapi sebagian masyarakat belum dapat menyesuaikan diri karena pendapatannya tetap. Beberapa orang terpaksa mengandangkan mobilnya dan menggantinya dengan motor. Wajar saja, harga premium (bensin) naik dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.000 per liter. Bahkan harga Pertamax dan Pertamax Plus terus meroket dalam hitungan hari, bukan lagi dua mingguan seperti sebelumnya! Pertamax misalnya naik dari Rp 7.400 ketika premium Rp 4.500 menjadi Rp 10.300 saat ini!

Lalu, bagaimana dengan pengguna motor? Jangan takut. Ini ada tips dari PT Astra Honda Motor untuk memperirit konsumsi bahan bakar motor Anda. Berikut tipsnya:

1. Persiapkan perjalanan Anda dengan baik. Tentukan rute terdekat dan siapkan perlengkapan berkendara, seperti helm, jaket, dan sarung tangan. Hal ini akan membuat perjalanan Anda menjadi efektif.

2. Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan terawat baik. Periksa tekanan angin pada ban depan dan belakang serta jarak bebas main rem. Jangan lupa mengisi bensin.

3. Tempatkan diri dan kendaraan Anad agar dengan mudah melihat kondisi sekitar. Selalu perhatikan kondisi lalu lintas. Postur tubuh yang baik membuat perjalanan lebih nyaman, tidak mudah capek, dan anggota tubuh menjadi responsif terhadap kondisi jalan. Posisi lutut dan telapak kaki juga mempengaruhi dalam pemakaian BBM. Jika ingin irit, hadapkan lutut dan telapak kaki ke dalam.

4. Buka gas secara perlahan-lahan. Apalagi untuk motor matik, sebab motor jenis ini cenderung lebih boros untuk hentakan pertama.

5. Jangan main gas kendaraan bila tidak perlu.

6. Saat mengendara, gunakan rem seperlunya. Sebab rem akan mengurangi performa kendaraan.

7. Jaga kecepatan antara 40-50 km/jam.

8. Mengurangi terpaan/hambatan angin dapat menghemat pemakaian BBM.

9. Kurangi juga berat badan jika Anda terlalu gemuk. Sebab, badan gemuk akan menambah bobot motor. Semakin berat beban yang dibawanya, semakin banyak pula konsumsi bahan bakarnya.

Nah Selamat mencoba tips ini, mudah-mudahan pengeluaran Anda sedikit terkurangi. Bukankah penghematan sekecil apa pun di masa sulit seperti ini sangat berarti?

Tips Bawa Moge di Sirkuit ala Ducati

Dalam acara Marlboro Red Racing Moto X2 yang digelar di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, Sabtu (30/8), para instruktur dari Ducati juga membeberkan beberapa tips mengendarai motor gede (moge) yang benar selama di lintasan atau sirkuit. Menurut Dario Marchetti, instruktur tim Ducati, mengendarai moge tentunya sangat berbeda dengan motor yang biasa dipakai orang-orang di Indonesia, sebab moge mempunyai bobot lebih berat dan kecepatan yang lebih kencang. “Bobot motor besar (moge-red) lebih berat dari motor yang lazim dipasarkan di Indonesia, begitu juga kecepatannya,” kata Dario, di Jakarta, Sabtu (30/8).

Ada beberapa tips yang dibagi oleh Dario di antaranya, cara dan posisi tubuh saat pengereman, proses memutar handle gas setelah motor menikung, posisi badan saat menikung, serta cara menempatkan posisi motor saat akan menikung dan setelah menikung. Lebih jelas Dario mengungkapkan, untuk posisi tubuh saat melakukan pengereman adalah tegak, bukannya merunduk. “Karena posisi tubuh tegak membantu proses pengereman pada motor, sebab tubuh akan terkena angin yang akan membantu pengereman. Tapi begitu motor dipacu di lintasan lurus dengan kecepatan tinggi, baru tubuh merunduk sehingga tidak mempengaruhi aerodinamika,” ungkap Dario.

Selain itu tarikan tuas rem juga hendaknya dilakukan secara perlahan sampai pengereman dirasa cukup, karena bila pengereman dilakukan secara spontan dan dalam akan mengakibatkan motor oleng sehingga susah dikendalikan. Sedangkan bila motor melewati tikungan, lakukan pengereman disertai pengurangan gigi perseneling dan setelah melewati tikungan handle gas bisa ditarik kuat-kuat, tapi posisi ban motor harus tegak, agar didapatkan traksi yang bagus.

Untuk menikung posisi tubuh harus rebah mengikuti tikungan, dengan posisi salah satu lutut dibuka sesuai dengan tikungan. “Kalau tikungan ke kanan, maka lutut sebelah kanan harus keluar sesuai kebutuhan tikungan. Bila belokannya tajam, seperti 45 derajat, lutut harus dikeluarkan sampai hanya berjarak beberapa centimeter saja dari aspal,” lanjutnya. Usahakan saat menikung mengambil sisi dalam lintasan, dan setelah menikung gunakan sisi luar. Hal yang sama juga berlaku bila menemui double tikungan.

Di samping itu, perhatikan aba-aba bendera dari petugas selama di lintasan. Bendera bermotif kotak-kotak adalah bendera start, bendera kuning bila terjadi insiden, bendera hijau untuk aba-aba persiapan balapan, dan bendera merah untuk mengakhiri balapan. Dario sendiri adalah seseorang yang memiliki jam terbang tinggi di kancah balap motor, karena dia aktif mengikuti balapan mulai dari tingkat nasional sampai kejuaraan dunia semacam Grand Prix (GP) 125, GP250, GP500, Superbike hingga Endurance. Dario juga pernah menjuarai The Race of Champions tahun 2007 di Daytona, Amerika dengan mengendarai Ducati Superbike 1098S. Sedangkan saat ini Dario bertindak sebagai penanggung jawab Ducati Riding School (DRE).

Resep Tetap Fit Di atas Motor selama Puasa

Selama menjalani puasa, kondisi fisik harus dijaga betul. Apalagi dalam keseharian mengendarai motor yang mobilitasnya cukup tinggi. Terik matahari bisa bikin lemas lantaran keringat terkuras banyak akibat badan diselimuti pakaian yang tebal.

Ada beberapa cara untuk menjaga badan tetap segar agar bisa melaksanakan ibadah puasa. Tak cuma memilih makanan, tapi juga perlu berolahraga. Berikut ini beberapa tips untuk bikin badan tetap segar

Pilih Vitamin
Selama puasa, jumlah kalori yang didapat tubuh, baik melalui makanan maupun minuman tentu berkurang. Karena konsumsi disuplai malam dan saat sahur. Untuk mencukupinya, selain makanan perlu ditambah dengan vitamin. Tapi tidak dianjurkan mengkonsumsi minuman energi yang mengandung zat perangsang. Disarankan suplemen untuk menambah kebutuhan vitamin dan mineral. Jangan lupa perbanyak juga makan buah, sumber vitamin juga banyak seperti vitamin A dan C.

Isi Bensin Malam Hari
Usahakan jangan mengantre siang hari, apalagi SPBU terbuka. Dalam kondisi mengenakan jaket dan helm, membuat keringat mengucur. Akibatnya badan jadi lemas dan dahaga, bawaannya mau minum saja. “Hal seperti itu hukumnya bisa dikatakan makruh. Artinya mendekati batal. Pokoknya hal kecil yang bisa bikin batal puasa harus dihindari,” ungkap Abdul Aziz Muslim, guru di SLTP Islam Terpadu Ar-Rudho, Duren Sawit, Jakarta Timur. Sebaiknya, pengisian dilakukan malam hari. Selain dingin, penguapan sedikit.

Olahraga
Berolahraga perlu dilakukan. Terlebih, dalam satu hari menempuh jarak cukup jauh. Namun harus memperhatikan jadwal olah tubuh. mengubah waktu dan lama berolahraga agar puasa tetap jalan dan badan sehat. “Atur kegiatan berolahraga menjelang buka puasa. Durasinya juga dikurangi,” jelas Jusri Pulubulu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting. “Justru jangan dihindari berolahraga, asal bisa diatur dengan baik, tidak apa-apa.”

Hindari Jaket tebal
Selama bulan Ramadhan diperkirakan cuaca panas. bagi pengendara roda dua, disarankan memakai jaket sedikit lebih tipis dari biasanya. Kemudian jangan menggunakan warna hitam karena mudah menyerap dan mengeluarkan panas, termasuk juga pemakaian sarung tangan dari kulit (hitam). Kalau sekadar melindungi sengatan matahari, bisa diganti yang berbahan kain.

Tips Memahami Makna DiBalik Kode SAE Oli Mesin Untuk Motor

Kekentalan merupakan salah satu sifat karakteristik fisik oli mesin yang sangat penting. Dalam istilah oli mesin kekentalan biasa dikenal sebagai viskositas. Sebenarnya viskositas ga sama dg kekntalan.
Tingkat kekentalan suatu oli mesin mengacu pada lembaga SAE berdasarkan table SAE J 300 th 1999.
Ada sekitar 30 jenis kekentalan SAE yg dikenal selama ini, diantaranya seperti SAE SAE 40, SAE 10w, SAE 20w50,SAE 15w50,SAE 10w40,SAE 15w40 dst.
Selama ini mungkin para biker hanya tahu kalau tingkat SAE itu Cuma membedakan encer dan kentalnya suatu oli mesin. Padahal makna SAE sesungguhnya lebih dari itu …. Makna yg mungkin tidak terfikirkan selama ini…Makna yg justru paling menentukan bagi nasib kondisi mesin motor Anda!!!

Pertanyaannya sekarang:
Apa makna sesungguhnya dari kode SAE tsb?
Yg mana tingkat kekentalan oli mesin yg cocok utk motor? SAE20w50,10w40,15w40 atau 15w50?
Benarkah kalau “tarikan enteng”pake oli encer, menandakan oli yg dipake cocok utk motor Kita?

Sekarang mari kita coba bahas satu persatu tingkat kekentalan oli mesin yg ideal buat motor!!
Umumnya tingkat kekentalan utk motor, bila dilihat dari kondisi iklim di Indonesia , performa mesin dan hasil pengujian,idealnya dapat dibagi 4 jenis yaitu: SAE 20w50, 10w40, 15w40, atau 15w50.
Sekarang Kita lihat kelebihan dan kekurangan masing2 tk. SAE ini.

-SAE20w50
Makna sesungguhnya : oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin -10 sd -15 C (kode 20w) dan pd suhu 150 c dg tk.kekentalan tertentu .
Oli jenis ini relative kurang efisien dalm pemakain BBM namun sangat baik dlm perlindungan /perawatan mesin, khususnya utk kondisi jalan di Jakarta yg sering macet, jarang brjalan jauh ,polusi dan beban berat. Pd kondisi ini dikenal dg istilah “boundary lubrication”, dimana pada kondisi tsb. lapisan oli sangat tipis diantara celah mesin yg cenderung berpotensi terjadinya kontak antara logam dg logam.
Oli jenis ini relative paling kecil nilai viskositas indeksnya (VI), diantara 3 jenis oli lainnya (minimal utk.oli mineral/semi sintetis 120, utk. sintetis 145) . Semakin banyak aditiv viscosity index improver ,semakin sensitif oli /kurang baik buat mesin motor -utamanya terhadap stress di gear.
VI= ukuran kemampuan suatu oli mesin dalam menjaga kestabilan kekentalan oli mesin dalam rentang suhu dingan sampai tinggi. Semakin tinggi VI semakin baik kestabilan kekentalannya.Utk oli mobil, VI tinggi akan sangat baik dimesin. Utk motor bisa sebaliknya.

-SAE15w50
Makna sesungguhnya : oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin (minus) -15 sd -20 C (kode 15w) dan suhu 150 c dg tk.kekentalan tertentu .
Jenis oli relative sama dg SAE20w50.Sedikit yg membedakan adalah sedikit lebih encer dan nilai VI lebih tinggi dari 20w50. (minimal utk.oli mineral 130, utk. sintetis 150) Semakin tinggi nilai VI artinya adlah semakin banyak pemakaian aditif peningkat angka VI. Utk motor hal ini sangat riskan. Aditif ini relative sensitif digunakan utk motor yg menyatukan oli mesin dan gigi (wet clutch).Artinya oli jenis ini relative lebih mudah berubah kekentalannya dibandingkan 20w50.

-SAE10w40
Makna sesungguhnya : oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin -20 sd -25 C (kode 10w) dan suhu 150 C dg tk.kekentalan tertentu .
Jenis Oli yg relative paling encer diantaranya ke3 jenis oli lainnya. Oli ini relative paling irit BBM, namun kurang baik dalam perlindungan mesin .Terutama pada kondisi jalan sering macet dan beban berat.(mis.sering dipake boncengan)
Relatif sama dg SAE 15w50 , dalam hal pemakaian aditif peningkat angka VI. (minimal utk.oli mineral 130, utk. sintetis 150) Apakah berarti paling bagus?Belum tentu …!Semakin banyak kandungan aditif peningkat angka VI , semakin besar kemungkinan peluang pecahnya aditif VI-nya dan berubah kekentalannya. Ukuran perubahan kekentalan oli biasanya dipakai batasan sampai 25-30% dari kekentalan awal /oli baru. Agak sulit memang indikatornya soalnya Cuma lab.yg bisa memastikan hal ini.
Kalaupun Anda ingin tetap memakai oli jenis ini, saran saya , perhatikan jarak pergantian olinya lebih awal. Kalau Anda merasa suara mesin sdh agak berbeda sedikit aja..cepet2 ganti dah..

-SAE15w40
Makna sesungguhnya : oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin -15 sd -20 C (kode 15w) dan suhu 150 C dg tk.kekentalan tertentu .
Nilai VI ,minimal utk.oli mineral 125, utk. sintetis 145.
Hasil pengujian di motor sebenarnya menunjukkan oli jenis ini yg paling pas. Oli jenis ini relative paling stabil kekentalannya dibandingkan yg lainnya. Masalhnya oli jens ini jarang diaplikasikan utk motor. Biasanya jenis SAE ini, dipakai utk kendaraan jenis mesin disel, yg membutuhkan kestabilan kekekntalan dalam jarak jauh dan kondisi ekstrim pada mesin disel.
sebagai tambahan aditif Vi adalah seny.kimia kopolimer -rantai panjang- yg mampu beradaptasi pd suhu rendah dan tinggi ttpi sensitif thd. stress di gear..

Selain hal diats, hal yg terkait dg perlindungan mesin motor adalah factor tingkat kode API dan kode JASO MA.

Jenis SAE lainnya sah2 saja dipake sejauh Anda tahu dan paham menyiasati oli tsb. Namun utk kondisi di Indonesia dan performa motor “wet clutch” , tingkat SAE diats ga ada salahnya-alias “kudu”- jadi prioritas pilihan Anda. Namun tentu semuanya kembali kepada Anda semuanya…mana menurut Anda yg palin cuocook utk tunggangan Anda….
ttpi yg palig penting lagi dr semua hal diats proporsinal-lah dalam menyiasati oli mesin…

Semoga Bermanfaat.