Arsip untuk Agustus 23rd, 2008

Stoner ‘Berikan Jalan’ untuk Rossi

Valentino Rossi kembali menjadi juara seri MotoGP, kali ini di Sirkuit Brno, Republik Ceko. Namun, kemenangan ini tak lepas dari jalan yang “diberikan” oleh Casey Stoner di awal lomba.

Bagi yang menonton balapan yang berlangsung hari Minggu (17/8/2008) ini pasti tahu maksud kalimat di atas. Ya, Stoner yang sejak sesi kualifikasi selalu memimpin harus melupakan lomba ini akibat tergelincir di lap ketujuh. Patut disayangkan mengingat saat itu ia tengah memacu motornya supaya bisa unggul cukup jauh dari Rossi.

Selanjutnya, seperti yang diketahui, Rossi pun tak terbendung. The Doctor tak memiliki lawan lagi sehingga ia bisa dengan mudah memenangi lomba ini. ….Baca Selengkapnya

Rossi: Ini Terlalu Mudah

Valentino Rossi tak menyangka dapat menang dengan mudah di MotoGP Republik Ceko. Tapi sejak awal dia pun sangat yakin bisa mengalahkan Casey Stoner sekalipun pembalap Ducati ini tak tergelincir keluar trek.

Rossi sempat tertinggal 1,3 detik dari Stoner sebelum juara dunia dari tim Ducati itu melakukan kesalahan fatal dan terjungkal dari tunggangannya.

“Casey menekan ketat di lap pertama, lebih bagus ketimbang di Laguna Seca, karena dia berharap saya menyerang. Saya mengakhiri lap pertama dengan tertinggal 1 detik. Namun setelah lap pertama saya melhat bahwa hari ini akan sangat mungkin buat menang,” ujar Rossi seperti dilansir Auto Sport.

“Di lap terakhir sebelum Stoner berhenti saya tertinggal 1,3 detik darinya. Saya sangat yakin saya dapat mengejarnya. Balapan masih sangat panjang dan saya berpikir saya bisa. Setelah itu saya melihat motor merah tergelincir dan saya rasa: Ah, ini sangatlah mudah,” ungkapnya.

Kemenangan ini membuat Rossi memimpin 50 poin atas Stoner dengan enam balapan yang tersisa. Meski demikian juara dunia tujuh kali ini menyatakan bahwa ini belum waktunya bersantai dan masih akan terus memberikan perlawanan ketat sehingga dapat unggul dari Stoner di setiap balapan.

“Ini merupakan keuntungan yang penting, namun masih terlalu dini. Masih ada enam balapan yang harus dilewati. Jadi, jika saya dapat terus seperti ini, saya akan mencoba mengalahkannya. Kalau tak mungkin, saya akan finis di belakangnya, tidak di bawah posisi kedua,” tukas Rossi.

“Enam balapan dengan pembalap seperti Stoner yang hebat, yang memiliki kecepatan fantastis di setiap tempat dan juga di setiap kondisi, (50 poin) tidaklah cukup,” kata The Doctor.

Rossi: Yamaha Makin Dekati Ducati

Valentino Rossi lebih percaya diri dalam pertarungan mengejar gelar. Pembalap Italia ini yakin kerja keras tim Yamaha kini semakin mendekati jarak dengan Ducati di kondisi kering.

Rossi baru saja memenangi GP Republik Ceko akhir pekan ini setelah Casey Stoner mengalami kecelakaan. Pembalap Fiat Yamaha ini pun merasa yakin bahwa juara bertahan itu melakukan kesalahan setelah mendapatkan tekanan darinya.

“Lihat di balapan Laguna Seca, terkadang Casey (Stoner) bersandar ke bawah jauh dari saya, mungkin itu sesuatu sebabnya. Terkadang dia membuat cetusan, mungkin mengangkat persneling. Saya tak tahu,” kata Rossi seperti dilansir Auto Sport.

“Bagi saya, masalah (di Brno) adalah dia membuat 1:57.2 lap dan dia melihat bahwa tidak mungkin untuk dikejar, jadi dia mencoba untuk membuat 1:56,0. Di dunia manusia ini tidaklah mungkin,” lanjut pembalap Fiat Yamaha ini.

Rossi menambahkan bahwa menang di Laguna Seca, setelah melakukan pertarungan ketat dengan Stoner, menjadi titik bablik kebangkitannya di musim ini. Ia pun mengakui bahwa bahwa motornya kini dapat bersaing dengan motor Ducati Stoner.

“Di Laguna saya melakukan demonstrasi kepada saya dan tim saya jika semua baik maka sangat mungkin mengalahkan dia. Pekan ini kami bekerja sangat baik. Bedanya tipis daripada di Laguna dan alasan lain saya pikir dia membuat kesalahan,” tukasnya.

Meski demikian Rossi tetap tidak menutup ancaman dari Ducati. Apalagi Stoner sangat perkasa saat medan basah di Brno yang menjadi bukti bahwa Yamaha harus tetap terus melakukan pengembangan hingga akhir musim.

“Saat hujan kami harus dapat lebih baik karena Stoner lebih cepat dari kami. Namun bagaimanapun kami juga semakin baik seperti di Sachsenring dan juga kemarin. Sekarang kami tahu sangat mungkin mengalahkan meski dia sangat cepat,” ujar Rossi.

Rossi Samai Rekor Biaggi di Sachsenring

para pembalap MotoGP kerja keras dan fisik dituntut harus prima. Pasalnya, usai mengikuti lomba seri ke-10 di sirkuit Sachsenring, Jerman, minggu depan, tanpa jedah joki kuda besi langsung terbang sejauh 9.400 km menuju Amerika, tampil berlaga di sirkuit Laguna Seca (hanya melombakan kelas MotoGP).

Bagi Valentino Rossi, partisipasinya di MotoGP Sachsenring mengukuhkan dirinya menyamai rekor Max Biaggi start sebanyak 201. Selain itu, pembalap kelahiran Urbino, Italia ini termasuk pembalap yang berhasil mengukir prestasi dengan memenangkan balapan di tiga kelas berbeda (125, 250 dan MotoGP). Hanya, apakah Rossi bisa tampil hebat, mengingat di Assen, Belanda lalu ia gagal memetikangka. Terjatuh di lap awal dan berlaga mulai dari belakang, akhirnya finish ke-11.

Sachsenring sebagai sirkuit terpendek kedua dari seluruh trek yang menjadi rangkaian MotoGP 2008 terkenal punya lintasan sedikit sempit dikombinasi tikungan tajam. “Tahun lalu saya membuat kesalahan dan kecelakaan. Begitu juga di Assen kemarin, saya harap itu momen buruk terakhir. Dan lintasan itu sangat nyaman buat Yamaha dan ingin adegan 2006 terulang. Start dari posisi ke-11 finish terdepan,” papar The Doctor – julukan Rossi.

Sekarang ini, andalan tim Fiat-Yamaha itu hanya tertinggal 4 angka dari pimpinan klasemen sementara yang dipegang Dani Pedrosa. “Di Sachsenring ini, saya harus konsentrasi 100%, tak hanya saat balapan tapi sejak masuk latihan resmi,” ungkap Rossi.

Rossi Bersama Yamaha sampai 2010

Menjelang dilakukan babak kualifikasi MotoGP, Minggu dini hari, kubu Fiat-Yamaha mengumumkan formasi pembalapnya untuk musim balapan tahun depan. Valentino Rossi diperpanjang kontraknya selama dua tahun dan Jorge Lorenzo masih dipertahankan untuk berpasangan dengan “The Doctor”.

Juara dunia tujuh kali (GP 500 dan MotoGP) itu bergabung dengan Yamaha sejak 2004. Kehadirannya mengakhiri masa paceklik prestasi Yamaha yang berkepanjangan. Kelahiran Urbino Italia ini lantas menyumbangkan prestasi tertinggi buat yamaha dengan dua kali menyandang juara dunia.

Pengumuman disampaikan kubu Yamaha bersamaan pesta Laguna Seca Party di Monterey Bay Aquarium. “Setelah beberapa tahun menyediakan waktu untuk balap, ditunjang dengan prestasi yang baik, saya butuh motivasi khusus untuk menerima kontrak Yamaha selama dua tahun ke depan,” ungkap Rossi. Tempat yang telah memotivasi saya dengan baik adalah Yamaha.

Rossi mengaku, tim Yamaha sekarang ini yang memicu saya tampil maksimal. Mereka menyediakan motor yang kompetitif dan kerja sama terjalin dengan bagus. “Itulah yang memutuskan saya betah di Yamaha, termasuk mau menerima perpanjangan kontrak dua tahun lagi,” papar Rossi.

Yamaha Motor Racing Managing Director Lin Jarvis menambahkan, “Valentino Rossi sudah menjadi ikon di olahraga dan ia berada dalam posisi top sekarang ini. Kesalutan kami adalah karena perjuangannya untuk merebut gelar juara dunia kedelapan masih tinggi. Itulah yang memutuskan tim mau mengontraknya lagi.

Perihal Laguna Sega, diakui Rossi memang bukan sirkuit yang difavoritkannya. Makanya, perpanjangan kontrak bisa memotivasi dirinya untuk merebut kemenangan pertamanya di Amerika ini. Sampai hari terakhir latihan bebas kemarin, Rossi menduduki urutan ketiga

Rossi Kurang Suka dengan Laguna Seca

Pemimpin klasemen sementara MotoGP, Valentino Rossi, memiliki strategi saat akan berlaga di Sirkuit Laguna Seca, Amerika, Minggu (20/7). “Sulit buat saya untuk bisa menghentikan Casey Stoner kalau di babak kualifikasi performa sangat jelek,” ujar “The Doctor”, julukan Rossi. Kekhawatiran pembalap tim Fiat-Yamaha itu dipicu kehebatan Stoner yang memenangi lomba secara berturut-turut.

Kini Rossi yang sudah mengantongi 187 angka dibayangi oleh Stoner dengan 20 angka dan menduduki peringkat ketiga. Sementara itu, Dani Pedrosa yang terjatuh saat lomba di Sachsenring tetap berada pada peringkat kedua dengan 171 angka. “Untuk bisa mengalahkan Stoner, saya harus start dari depan,” ujarnya. …..Baca Selanjutnya

Valentino Rossi Tampil Brilian dan Juara

Valentino Rossi tampil brilian di Sirkuit Laguna Seca, Amerika. Pembalap andalan tim Fiat-Yamaha itu berhasil memenangi lomba yang menempuh 32 lap dengan catatan waktu 44 menit 04,311 detik. Hasil ini semakin mengokohkan dirinya bertengger di puncak teratas sementara dengan mengantongi 212 angka.Sebelumnya, Rossi mengatakan sulit untuk bisa menghadang Stoner bila tidak ditunjang dengan performa motor yang baik. Rupanya, keluhan Rossi ini didengar oleh tim, sehingga pada lomba seri ke-11 ini mereka telah menyiapkan motor dengan baik. Hasilnya, pemimpinan klasemen sementara ini mampu menaklukkan juara dunia 2007 dari tim Marlboro-Ducati, Casey Stoner. ……Baca Selanjutnya

OTOBIOGRAFI VALENTINO ROSSI

Sewaktu kecil, ia hanya ingin jadi pembalap sepeda tercepat. Impiannya menjadi juara dunia. Tetapi, ia telah meraih lebih dari impian tertingginya: ia mendominasi berbagai kejuaraan, ia mematahkan lusinan
rekor, ia mengoreksi batas kecepatan dalam dunia balap motor, dan ia
menciptakan tren baru.Ia adalah dewa sirkuit motor, raja MotoGP, penguasa balapan motor. Ia tak terkalahkan.Pada
2002, saat usianya baru 23 tahun, ia sudah mampu meraih sukses yang
belum pernah dicapai siapa pun, memenangkan kejuaraan dunia untuk semua
kategori: 125cc, 250cc, 500cc, dan MotoGP.Ia telah menang di level internasional dengan Aprilia, Honda, dan Yamaha.Sabtu,
18 April 2004 di Welkom, Afrika Selatan adalah hari yang akan selalu
diingat dalam sejarah balapan motor dunia, suatu momen yang mengubah
wajah perhelatan kejuaraan MotoGP. Valentino Rossi memenangkan balapan
pertamanya bersama Yamaha, mengalahkan Honda. Saat itu juga balapan
awal Kejuaraan Dunia 2004. Sesuatu yang sebelumnya tak pernah
terpikirkan, bahkan bagi diri Rossi sendiri.Dengan gaya tutur
yang mudah dicerna, dalam otobiografinya ini, secara terang benderang
The Doctor mengungkap banyak hal yang belum pernah diutarakannya ke
media massa: Kepindahan dirinya dari Honda ke Yamaha, pada saat
tertentu, menimbulkan tanda tanya bagi sebagian besar orang. Mengapa
harus pindah? Tak puaskah dengan apa yang selama ini diperolehnya di
Honda? Mengapa juga tim yang dipilih–mungkin sebagai tujuan akhir
karirnya di dunia balap motor–adalah Yamaha? Mengapa bukan Ducati?
Atau tim lain? Di buku ini, Rossi sendiri mengungkap jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan itu. Di samping itu, kita juga diajak menengok
masa-masa awal ia meniti karir, keseharian dengan teman-temannya di
Urbino, Italia, perseteruannya dengan Biagi, mengapa nomor 46 menjadi
spesial buat Rossi, dan masih banyak lagi.Yang ngaku ngefans sama rossy saya rekomendasikan baca buku ini. bagus deh bukunya.
Resensi lain tentang OTOBIOGRAFI VALENTINO ROSSI Daftar Pustaka OTOBIOGRAFI VALENTINO ROSSI oleh Valentino Rossi 2008